" HEEEEEEKK..." ia bertahak cukup keras. fyuh,kebiasaan buruk. lalu setelah melakukannya ia nyengir dan menengadahkan kepala menatap langit.
kemudian perhatiannya teralih pada beranda yang tepat berada di samping kanan berandanya.beranda itu adalah beranda rumah yang beberapa minggu lalu masih ditinggali ibu Ani. rumah itu kemudian terpaksa dijual murah karena ekonomi Ibu Ani yang sedang seret. kira-kira siapa yang akan menjadi tetangga barunya ya? siapa orang yang akan menempati kamar di balik beranda itu. kalau dulu sih,kamar itu ditempati Nesya, anak perempuan Ibu Ani yang seumuran dengan Al. Al dan Nesya sering berbincang di beranda tersebut. makanya keduabya sangat akrab. Dan Al sangat sedih saat tau sobat dari kecilnya itu harus pindah.
"tapi... yang bakal jadi tetangga baru gue tuh siapa ya?"
***
" kekantin yuk AL!! gue laper banget nih" yuni menarik-narik lengan kiri Al. sedangkan lengan kanan Al masih aktif mengerjakan tugas sains bu Lida. lalu di tarikan yang kesepuluh Al menyerah dan membiarkan tubuhnya ditarik oleh Yuni." rajin amat sih lo ngerjain pe-ernya bu Lida. tuh pe-er kan dikumpulinya minggu depan. kalo waktunya istirahat ya istirahat. jangan ngerjain pe-er." yuni bercuap-cuap sedangkan Al cuma nyengir kuda. perjalanan ke kantin melewati lapangan utama sekolah. dan dilapangan itu ada reihan yang sedang 3 on 3 basket. di sudut lain ada pasukan cheerleader teruna yang lagi latihan. kelompok cheer itu menari-nari dengan lincah dipimpin oleh natasya. mereka seolah-olah mencari perhatian dari Rei. yuni dan Al berhenti sejenak. kalau Yuni sibuk memandangai Reihan. sedangkan Al masih dalam lamunan memikirkan dasar-dasar hukum sains. memang pada dasarnya Al itu suka melamunkan segala hal.
Reihan mencetak three point. para cheerleader bersorak riang menikmati pesona Rei. Yuni juga sama. hanya Al saja yang masi sibuk dalm lamunannya. Lalu tiba-tiba DUAAKK!! Bola melayang tepat menampar wajah tepat wajah Al. Rei segera berlari menghampiri Al. Yuni Kelimpungan, antara khawatir dan grogi karena Reihan terlihat begitu dekat..
" lo nggak pa-pa kan? lo baik-baik aja kan?" tanya Rei khawatir.ia berjongkok di hadapan Al yang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. kejadian itu cukup mengejutkan, sehingga semua mata menatap Al, Rei, dan Yuni. Perlahan Al memperlihatkan wajahnya.
" sakit sih.. tapi nggak pa-pa ko..." ujar Al dengan ekspresi biasa. tapi kenyataannya, Hidung Al mengeluarkan darah, wajahnya yang putih itu t ernoda oleh bercak-bercak lumpur yang berasal dari bola basket.
"NGGAK PA-PA APANYA????" Rehan histeris. "aduuh.. apa ya? oh iya! sapu tangan.." Reihan merogoh kantong celana dan menarik sapu tangan abu-abu bergaris miliknya.
"seka idung lo pake ini. terus dengak! jangan nunduk! ayo ikut gue ke UKS" lanjut cowok itu sambil menarik tangan Al yang bebas dari sapu tangan. Semua kepala memandang kedua orang itu. Yuni terpaku di tempat. Ia terlalu grogi saat melihat Rei. Tatapan sinis menyergap dari para anggota cheers. juga dari seorang cewek yang bernama Sonia, teman akrab Zaskia.
Al dibawa ke UKS. Disana Rei membantu menghentikan darah dan membersihkan wajah Al dari sisa-sisa lumpur/debu. "makasih.." ujar Al saat Rei sudah selesai membantunya membersihkan wajah.
"Emangnya nggak saki apa? darah lu keluar banyak tau!" kata Rei.
"sakit siih.. tapi nggak pa-pa lah, nggak mati ini.." jawab Al jujur. Hal itu membuat alis Reihan berkerut. lau cowok itu tertawa. "lo kayak anak SMP dah... muka lo lucu." katanya.
" Gue anak SMA tau!" sergah Al.
" ck. iya gue tau.. lo kan pake baju SMA. tapi tampang lo itu loh. kayak anak SD banget." Rei tertawa lagi. hal itu membuat Al mengangkat alis. Apa rei nggak inget kalau Ia dan Al dari SD selalu satu sekolah.
" jangan ngatain gue gitu dong.. kita kan__" omongan Al terhenti karena seorang perempuan menerobos masuk ke dalam UKS. Ah-Natasya. Al menutup mulutnya. tidak ingin bicara lagi. Ia memandang Rei Dan Natasya.
" Rei, kamu di panggil Zaskia. katanya dia butuh bantuan kamu. aku juga lagi butuh bantuan kamu.bisa nolongin kita nggak?" Rajuk Natasya. " oke, eh- Tapi tunggu bentar dah." rei beralih pada Al. "lo nggak papa kan?" tanya Rei pada Al. Al mengangguk sambil tersenyum. "makasih" sambungnya dengan senyum tulus. meskipun ada rasa sedikit cemburu di hati. kemudian Reihan balas tersenyum lalu keluar mengikuti Natasya
****





