Sabtu, 18 September 2010

* * *

            seusai makan malam Al menuju beranda kamarnya. memang disanalah tempat favoritnya. Al paling suka menikmati langit malam dan sepoi-sepoi angin malam yang sejuk. 1 hal lagi, itu cewek kalo sufah menginjak beranda pasti selalu tahak.
               " HEEEEEEKK..." ia bertahak cukup keras. fyuh,kebiasaan buruk. lalu setelah melakukannya ia nyengir dan menengadahkan kepala menatap langit.
            kemudian perhatiannya teralih pada beranda yang tepat berada di samping kanan berandanya.beranda itu adalah beranda rumah yang beberapa minggu lalu masih ditinggali ibu Ani. rumah itu kemudian terpaksa dijual murah karena ekonomi Ibu Ani yang sedang seret. kira-kira siapa yang akan menjadi tetangga barunya ya? siapa orang yang akan menempati kamar di balik beranda itu. kalau dulu sih,kamar itu ditempati Nesya, anak perempuan Ibu Ani yang seumuran dengan Al. Al dan Nesya sering berbincang di beranda tersebut. makanya keduabya sangat akrab. Dan Al sangat sedih saat tau sobat dari kecilnya itu harus pindah.
               "tapi... yang bakal jadi tetangga baru gue tuh siapa ya?"

***
               " kekantin yuk AL!! gue laper banget nih" yuni menarik-narik lengan kiri Al. sedangkan lengan kanan Al masih aktif mengerjakan tugas sains bu Lida. lalu di tarikan yang kesepuluh Al menyerah dan membiarkan tubuhnya ditarik oleh Yuni.
                " rajin amat sih lo ngerjain pe-ernya bu Lida. tuh pe-er kan dikumpulinya minggu depan. kalo waktunya istirahat ya istirahat. jangan ngerjain pe-er." yuni bercuap-cuap sedangkan Al cuma nyengir kuda. perjalanan ke kantin melewati lapangan utama sekolah. dan dilapangan itu ada reihan yang sedang 3 on 3 basket. di sudut lain ada pasukan cheerleader teruna yang lagi latihan. kelompok cheer itu menari-nari dengan lincah dipimpin oleh natasya. mereka seolah-olah mencari perhatian dari Rei. yuni dan Al berhenti sejenak. kalau Yuni sibuk memandangai Reihan. sedangkan Al masih dalam lamunan memikirkan dasar-dasar hukum sains. memang pada dasarnya Al itu suka melamunkan segala hal.
               Reihan mencetak three point. para cheerleader bersorak riang menikmati pesona Rei. Yuni juga  sama. hanya Al saja yang masi sibuk dalm lamunannya. Lalu tiba-tiba DUAAKK!! Bola melayang tepat menampar wajah tepat wajah Al. Rei segera berlari menghampiri Al. Yuni Kelimpungan, antara khawatir  dan grogi karena Reihan terlihat begitu dekat..
         " lo nggak pa-pa kan? lo baik-baik aja kan?" tanya Rei khawatir.ia berjongkok di hadapan Al yang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. kejadian itu cukup mengejutkan, sehingga semua mata menatap Al, Rei, dan Yuni. Perlahan Al memperlihatkan wajahnya.
         " sakit sih.. tapi nggak pa-pa ko..." ujar Al dengan ekspresi biasa. tapi kenyataannya, Hidung Al mengeluarkan darah, wajahnya yang putih itu t ernoda oleh bercak-bercak lumpur yang berasal dari bola basket.
          "NGGAK PA-PA APANYA????" Rehan histeris. "aduuh.. apa ya? oh iya! sapu tangan.." Reihan merogoh kantong celana dan menarik sapu tangan abu-abu bergaris miliknya.
           "seka idung lo pake ini. terus dengak! jangan nunduk! ayo ikut gue ke UKS" lanjut cowok itu sambil menarik tangan Al yang bebas dari sapu tangan. Semua kepala memandang kedua orang itu. Yuni terpaku di tempat. Ia terlalu  grogi saat melihat Rei. Tatapan sinis menyergap dari para anggota cheers. juga dari seorang cewek yang bernama Sonia, teman akrab Zaskia.
          Al dibawa ke UKS. Disana Rei membantu menghentikan darah dan membersihkan wajah Al dari sisa-sisa lumpur/debu. "makasih.." ujar Al saat Rei sudah selesai membantunya membersihkan wajah.
                   "Emangnya nggak saki apa? darah lu keluar banyak tau!" kata Rei.
                   "sakit siih.. tapi nggak pa-pa lah, nggak mati ini.." jawab Al jujur. Hal itu membuat alis Reihan berkerut. lau cowok itu tertawa. "lo kayak anak SMP dah... muka lo lucu." katanya.
                  " Gue anak SMA tau!" sergah Al.
                  " ck. iya gue tau.. lo kan pake baju SMA. tapi tampang lo itu loh. kayak anak SD banget." Rei tertawa lagi. hal itu membuat Al mengangkat alis. Apa rei nggak inget kalau Ia dan Al dari SD selalu satu sekolah.
                 " jangan ngatain gue gitu dong.. kita kan__" omongan Al terhenti karena seorang perempuan menerobos masuk ke dalam UKS. Ah-Natasya. Al menutup mulutnya. tidak ingin bicara lagi. Ia memandang Rei Dan Natasya.
                 " Rei, kamu di panggil Zaskia. katanya   dia butuh bantuan kamu. aku juga lagi butuh bantuan kamu.bisa nolongin kita nggak?" Rajuk Natasya. " oke, eh- Tapi tunggu bentar dah." rei beralih pada Al. "lo nggak papa kan?" tanya Rei pada Al. Al mengangguk sambil tersenyum. "makasih" sambungnya dengan senyum tulus. meskipun ada rasa sedikit cemburu di hati. kemudian Reihan balas tersenyum lalu keluar mengikuti Natasya


****



























      
        

Minggu, 05 September 2010

Tri Angle Love..

triangle love with Al...
1 Alia membuka buku ensklopedi yang hendak ia baca. Awalnya ia memang ingin fokus membaca buku tersebut. Tapi kegaduhan di luar kelas membuat perhatiannya teralih.
                   "ada apa sih nyun?" tanya gadis itu pada teman sebangkunya, yuni.
                   "itu lho... Reihan. kemaren tuh cowok berhasil bikin pensi SMA 108 gempar lewat perform band sekolah kita. makanya cewek-cewek yang ikut kesana pada histeris. termasuk cewek-cewek sekolah kita juga." jelas yuni hendak keluar kelas untuk melihat Reihan. Refleks cewek yang di panggil Al itu juga berdiri dan mengikuti gerak  yuni.
Reihan
           saat Al keluar dari kelas nampaklah sosok Reihan dikerubungi beberapa cewek. Al mengenal sosok itu. sangat mengenalnya malah. Reihan Danaswarko, begitulah nama lengkapnya. Nama itu selalu akrab di telinga Al. Bahkan sebelum Reihan menjadi populer di SMA seperti sekarang. pasalnya, Reihan adalah teman Al dari . Dan entah mengapa mereka terus satu sekolah sampai sekarang. Dia sedang naik daun, batin Al dalam hati saat menatap Reihan yang sedang berbicara dengan beberapa cewek didepan pintu kelas cowok itu. bagaimana tidak naik daun? kalau kini Reihan mampu memperlihatkan eksistensinya di sekolah. Dia tidak hanya tampan, tapi juga kaya, baik dan punya segudang keahlian yang bisa di banggakan. contoh, Ia adalah kapten tim basket sekolah, wakil 1 OSIS, dan gitaris band sekolah. Dan wajar dengan predikat yang disandangnya kini membuat ia menjadi salah satu idola bagi cewek-cewek  SMA. khususnya di SMA Teruna Angkasa, Bandung.
               "REI. Bisa ke R.OSIS sebentar??" panggil suara lembut wanita di belakang tubuh Al. ternyata Zaskia, ketua OSIS sekolah ini. Al memandang Zaskia kagum. Mahakarya sempurna tuhan terlukis di wajah seorang Zaskia Khairani. Reihan segera mengambil langkah menuju Zaskia yang posisinya hanya 1 meter dibelakang Al. saat Reihan hendak melewati Al, Al berniat menyapa. Disebutnya nama Reihan dengan senyuman. Lalu Rei menoleh dan balas tersenyum pada Al. dan itu menjadi kesenangan tersendiri bagi Al.
 ALIA.SMILE


beberapa jam terlewat. tanpa sadar ini sudah waktunya untuk pulang dari sekolah . suatu kebiasaan bagi Al untuk berjalan sambil membaca. kali ini ia juga begitu. berjalan dengan kacamata membingkai wajah sambil membaca novel. lalu saat melawati R.OSIS Al berhenti sejenak.
          "pertukaran pelajar akan di mulai minggu depan. Satya dan Ronald sudah di kirim ke sana dari 2 hari yang lalu. tapi kok pelajar yang dari sana belum sampai kesini ya? paling nggak mereka hari ini harus udah survey dan lapor diri kesini." Zaskia terlihat khawatir di dalam R.OSIS. gadis berambut panjang ikal itu berbincang dengan Reihan WK.1 OSIS dan Ridho WK 2 OSIS. kelihatannya perbincangan itu cukup serius. saking seriusnya 3 orang yang ada di dalam ruangan itu sama sekali nggak menyadari Al berhenti untuk mendengarkan.
                    "ya mungkin mereka masih betah di tempat mereka homestay. jadi mereka lupa untuk kesini." sahut Ridho.
                    "jangan terlalu khawatir Zas.. nanti biar gue yang pergi ke tempat 2 anak itu homestay untuk negor mereka. siapa nama mereka?? hmm, Noel dan Adi ya? murud SMA 42 Palembang. ok." Reihan terlihat membolak-balik kertas yang sedari tadi betah di tangannya.
                    " tolong ya Rei. pokoknya 'pertukaran pelajar' yang perdana ini harus bisa sukses, supaya program OSIS nggak di pandang sebelah mata lagi." Zaskia menyentuh lengan kiri Reihan. Lalu gerakan itu dibalas senyuman  lembut Reihan.
               Melihat scene itu Al memutuskan untuk berjaln lagi. kemudian Ia menghembuskan nafas panjang dan berat. hubungan baik antara ketua dan wakilnya itu wajar. tapi kalu terlalu mesra seperti itu, rasanya hati Al jadi teriris. maklumlah, Reihan itu cinta pertamanya.
                    " permisi " seseorang memanggil Al. tapi karena gadis itu masih melamun jadi panggilan itu tak di gubrisnya.     " halooo" orang itu masih mencoba memanggil. Al masih tak menggubris. tersedot pada putaran lamunannya.  " SPAAADAAA... neng...!!" akhirnya orang itu memilih menepuk bahu Al. membuat cewek itu sedikit tersentak.
            " i, iya, apa?" jawab Al gelagapan. saat sepenuhnya sadar dari lamunan, Al baru menyadari kalau ia sudah berjalan sampai gerbang sekolah. dan kinidi hadapannya sudah berdiri cowok berwajah imut-imut. Tingginya mungkin hanya 5cm di atas Al. Al sendiri saja sudah termasuk cewek pendek.
            " anak SMP dari mana?" tanay Al bingung. melihat cowok imut yang mengenakan celana pendek kargo,t-shirt putih bergambar felix the cats, topi golf army dan sepatu skets hijau.
Enoel Rakiryan
            " enak aja!! yang lebih mirip anak SMP tuh kamu tau! Ehm-sorry yah, nama ku Enoel Alva Rizki. panggil aja Noel. Mau nanya sesuatu boleh?" ujar cowok yang mengaku bernama Noel tersebut. Al hanya diam. menatap Noel lekat-lekat.
           "hng... lo biasa pake aku-kamu yah??" tanya Al polos.
           "nggak juga siihh...lo-gue juga hayuk lah... ei, gue boleh nanya sesuatu nggak" gua lagi bingung banget niiihh.." jawab Noel. " sok atuh.. tanya aja" Al tersenyum, membuat cowok itu juga tersenyum. "makasih. hmm, ini SMA teruna angkasa kan?? Teruna Angkasa yang di bandung itu kan?"
                    " Iya . tuh liat aja plank nya..." Al menunjuk plank yang tepat berada di depan mereka, di atas gerbang sekolah. melihat itu Noel langsung nyengir "OH-IYA" gumamnya sambil memukul pelan kepalanya 3 kali. Al tertawa kecil. ternyata cowok ini bukan hanya penampilannya saja yang seperti anak kecil.
                    "NOEL!!!!!!!" panggil seorang cowok lagi. kali ini cowok yang kelihatannya terengah-engah seperti habis mengejar sesuatu yang penting. cowok itu berlari menghampiri Noel dan Al. 
Adikara Khinan Mutafiq
                    "Adi? abis dari mana aja ?" tanya Noel dengan sikap tenang dan senyum terkembang di wajah. nih cowok bener-bener imut, batin Al. Berbeda dengan cowok yang satunya. tampangnya terlihat garang dan kesal. lalu dengan brosur yang dibawa dan digulung-gulung ia menggeplak pundak kiri Noel.
                    "LO YANG ABIS DARI MANYA, KUNYUK!!!!!" bentaknya marah. "gua meleng bentar aja lo udah ngilang. gua muter-muter nyariin elo tetep kagak ketemu-temu. 1 jam nihh gua nyariin elo bodooohh!! 1jam! jadi telat survey en laporan kita kan tuuh" lanjut cowok yang di panggil Adi itu mengomel.
             "he-he-he~ maaf ya Di," balas Noel seolah nggak punya kesalahan. lalu cowok yang bernama Adi itu menghela nafas, berusaha mengatur nafasnya agar normal lagi. Al mnjelajahi mata memperhatikan sosok Adi. tinggi Adi jauh di atas Al dan Noel. Mungkin sama dengan raihan, fikir Al. sepintas Adi memang terlihat garang. tetapi ternyata cowok itu memiliki struktur wajah yang khas. tampan, gentle, penuh wibawa, dan karismatik. Adi mengenakan kemeja lengan panjang kotak-kotak coklat dan didalamnya di lapisi t-shirt tipis putih. celana jins panjang hitam mencerminkan kakinya yang jenjang dan kuat. dengan tubuh sedikit berkeringat itu Adi terlihat keren dan seksi.
            "keren..." gumam al masih menatap Adi. hal itu membuat Adi menengok ke arah Al dan mengernyit.
            "Ciieeee Adi.. punya penggemar euy!" goda Noel mencubit-cubit lengan kiri Adi. "BERISIK" bentak adi pada Noel 'lagi'. lalu Adi kembali menatap Al. "maaf yah. sebaiknya lo nggak asal ngomong 'keren' ke sembarang orang." ujar Adi pada Al dengan tatapan dingin.
            " nggak kok,, lo emang keliatan keren. gue juga nggak sembarangan bilang orang keren. jarang gue nemuin cowok keren. keren oke?" tandas Al polos sambil mengacungkan kedua jempolnya.
            "ke, keren? ya udahlah. terserah. ayo, kunyuk kita harus cepet-cepet laporan" kata Adi, di kata terakhir ia menarik kerah belakang Noel. memaksa cowok imut itu berjalan mundur kebelakang.
            "eh? tapi kan gua belom tanya R.OSIS ke cewek ini..." sergah Noel
            "nggak usah! gue udah tau!" jawab Adi menyeret Noel. "oh- yaudah. OH-IYA!! CEWEEEKK... makasih yah.. nama lo siapa??" Noel agak sedikit berteriak karena ia sudah jauh dari tempat Al berdiri di awal. "Alia... panggil aja Al!!!!!" jawab Al juga setengah berteriak. "okeehh. dadaah!!" Noel melambaikan kedua tangannya sambil tersenyum. Al pun membalas tersenyum dan melambaikan tangan.
       wah... lucu juga ya.... batin Al dalam hati


to be continue...